“Nearer Than Your Jugular Vein” Kini Gratis

4/29/20262 min read

Salam sejahtera bagi siapa pun yang mampir disini.

Bagi kamu yang sedang gelisah dengan hiruk-pikuk teknologi, atau yang merasakan ada yang “hampa” di sela-sela scroll media sosial dan rutinitas digital. Kami-- dengan semangat Barmula—membuka pintu lebar diiring rasa syukur mempersembahkan eBook gratis buku

"Nearer Than Your Jugular Vein: Escaping the Cage of Technology and Finding the Living Reality That Islamic Philosophy Preserved"

Buku Ini Tentang Apa?

Bayangkan kamu merasa lelah. Bukan cuma lelah fisik, tapi lelah batin karena terus-menerus teralihkan. Notifikasi, platform digital, dan "kebisingan" modern seolah membuat kita lari dari diri sendiri.

Buku ini bukan soal menyesali teknologi. Penulisnya membaca dengan jernih kritikan dari filsuf Barat macam Pascal (tentang divertissement/pelarian), Heidegger (tentang Gestell/kerangka teknologi), dan Hadot (tentang latihan spiritual). Tapi—ini penting—mereka berhenti di titik keputusasaan. Mereka jago mendiagnosa, tapi tidak memberi obat yang utuh.

Lalu, dari mana obat itu datang?

Buku ini menemukannya dalam tradisi ḥikmah Islam, terutama filsafat sistematis Mullā Ṣadrā (w. 1640). Empat pilar utama beliau:

1. Aṣālat al-wujūd (Prioritas eksistensi

2. Tashkīk al-wujūd (Tingkatan wujud)

3. Al-ḥarakah al-jawhariyyah (Gerak substansial)

4. 'Ilm ḥuḍūrī (Pengetahuan hadir)

Dari empat pilar ini, disusunlah sebuah pandangan hidup yang hidup, berjenjang, dan sarat nilai. Realitas tidak netral; ia dekat, bahkan lebih dekat dari urat lehermu sendiri (QS. Qaf: 16).

Apa Kekhasan Buku Ini?

1. Bukan sekadar kritik, tapi tawaran solusi.

Buku lain mungkin pintar mengkritik medsos atau kapitalisme digital, tapi kemudian bikin kamu putus asa. Buku ini memberi orientasi positif: bagaimana hadir (presence) dan menemukan arah (orientation).

2. Tidak menggurui—dan tidak memaksa kamu jadi Muslim.

Penulis sangat sadar bahwa pembacanya beragam. Buku ini menawarkan suplemen: model tiga lapis (Critique → Presence → Orientation) yang mengintegrasikan tradisi diagnosis Barat dengan tradisi ontologi Islam. Kamu bisa mengambil hikmahnya tanpa perlu meninggalkan keyakinanmu.

3. Praktis, bukan abstrak belaka.

Ada latihan-latihan konkret yang bisa langsung kamu coba:

- Duduk diam (sitting still)

- Sudut pandang dari atas (view from above)

- Melacak gangguan (diversion tracking)

Semua diterjemahkan ke praktik harian.

4. Bahasa yang ramah untuk non-spesialis.

Buku ini ditulis untuk kamu yang cerdas tapi tidak harus punya gelar filsafat. Menantang, tapi hangat dan mengalir.

Mengapa Buku Ini Relevan untuk Anda?

- Jika kamu merasa “tidak fokus” selama beberapa tahun terakhir.

Bukan hanya karena HP, tapi karena jiwa kehilangan poros. Buku ini membantu kamu menemukan hadir kembali.

- Jika kamu ingin produk-produk spiritual Islam (seperti filsafat Ṣadrā) tidak hanya menjadi museum.

Buku ini membuktikan bahwa ḥikmah bisa menjawab kebuntuhan abad 21.

- Jika kamu lelah dengan wacana yang hanya meributkan “haram” atau “halal” teknologi, tapi tidak pernah mengajakmu hidup lebih dalam.

Buku ini mengajakmu ke level eksistensi, bukan sekadar aturan.

- Dan yang paling penting: karena buku ini sekarang Gratis.

Ini adalah soft launching dari Barmula. Kami ingin gagasan tentang “Realitas yang lebih dekat dari urat leher” bisa sampai ke tangan sebanyak mungkin pejalan ruhani.

Cara Mendapatkan eBook Gratis

Klik disini untuk mendapatkan eBook gratis—langsung terhubung ke akun Kindle-mu.

> Catatan: eBook ini dalam bahasa MamaRika. Kami doakan semoga isinya tetap menembus batas bahasa dan menyentuh hatimu.

Yuk, bagikan juga ke teman yang sedang mencari “sesuatu yang lebih” dari hiruk-pikuk dunia digital.

Gratis, dan semoga menjadi pembuka pintu keberkahan.

Penutup

> “The Real (al-Ḥaqq) is not a wager or a leap, but a presence—nearer than one’s own jugular vein—accessible through stillness, attention, and the deliberate intensification of existence.”

Diam. Perhatikan. Dan biarkan kehadiran itu menjemputmu.

Wassalam…

Tim Bermula